BONDOWOSO – Nuansa khidmat menyelimuti halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso pada Rabu pagi (20/5/2026). Seluruh tenaga pendidik dan kependidikan tampak berbaris rapi dengan seragam KORPRI lengkap, bersiap melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026.
Tepat pukul 06.45 WIB, upacara dimulai. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ustadzah Susiati memimpin jalannya kegiatan yang berlangsung tertib, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila, hingga UUD 1945.
Menyelaraskan momentum nasional, MAN Bondowoso tahun ini mengusung tema besar Harkitnas 2026: “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema ini menjadi alarm penting bagi dunia pendidikan untuk membentengi generasi muda di tengah derasnya arus zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadzah Susiati membacakan sambutan tertulis dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Ia memaparkan refleksi sejarah lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 1908 sebagai tonggak perjuangan intelektual bangsa. Namun, tantangan hari ini telah bertransformasi.
“Tantangan bangsa saat ini tidak lagi sebatas persoalan kedaulatan teritorial, melainkan telah bergeser pada kedaulatan informasi dan transformasi digital,” ujar Ustadzah Susiati saat membacakan amanat menteri.
Di tengah era disrupsi ini, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak dan generasi muda di ruang digital adalah harga mati. Hal ini krusial demi menjaga kemandirian nasional yang ditopang oleh penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.
Usai membacakan sambutan menteri, Ustadzah Susiati memberikan pesan mendalam yang membakar semangat seluruh civitas akademika MAN Bondowoso. Beliau menekankan bahwa senjata utama dalam kebangkitan nasional masa kini adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul melalui jalur pendidikan.
“Semangat kebangkitan nasional harus terus dihidupkan, terutama di lingkungan pendidikan madrasah. Madrasah memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan global,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh siswa dan guru untuk menjadikan Harkitnas sebagai pemantik semangat belajar tanpa batas. Menurutnya, dengan ilmu pengetahuan yang mumpuni, bangsa Indonesia akan mampu mengelola kekayaan alamnya secara mandiri. “Dengan belajar, kita tingkatkan kualitas SDM kita. Hingga tiba saatnya, rakyat Indonesia menjadi bos di negeri sendiri,” imbuhnya, disambut antusiasme peserta upacara.
Melalui peringatan Harkitnas ke-118 ini, MAN Bondowoso menaruh harapan besar agar kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan belaka. Madrasah berharap momentum ini menjadi titik balik bagi para siswa—sebagai tunas bangsa—untuk tidak hanya menjadi penonton di era digital, melainkan menjadi aktor utama yang membawa kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
Dengan bekal karakter islami dan kecakapan digital yang seimbang, lulusan madrasah diharapkan siap berdiri di garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara dan membawa Indonesia melompat lebih tinggi di kancah global. (as. Photo Zam)


