STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) LABORATORIUM KIMIA

Panduan Penggunaan Laboratorium Kimia MAN Bondowoso

Laboratorium Kimia adalah sebuah ruang khusus di sekolah yang digunakan untuk melakukan eksperimen dan praktikum dalam mata pelajaran kimia.

Fungsi Laboratorium : 

1. Memberikan kelengkapan bagi pelajaran yang telah diterima sehingga antara teori dan praktek bukan merupakan dua hal yang terpisah.

2. Memberikan keterampilan kerja ilmiah bagi peserta didik.

3. Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakikat kebenaran ilmiah dari suatu objek dalam lingkungan alam dan lingkungan social.

4. Menambah keterampilan dalam menggunakan alat dan media yang tersedia untuk mencari dan menemukan kebenaran.

5. Memupuk rasa ingin tahu peserta sisik sebagai modal sikap ilmiah seorang calon ilmuan.

6. Memupuk dan membina rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan yang diperoleh, penemuan yang didapat dalam proses kegiatan kerja laboratorium

Tata Tertib Laboratorium

1.     Memakai pakaian sekolah yang rapi

2.     Berlaku sopan, santun dan menjunjung etika dalam laboratorium.

3.     Menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang laboratorium

4.     Peserta didik tidak diperbolehkan memakai sandal dan tidak memakai jas laboratorium.

5.     Memakai sepatu tertutup agar kaki terlindung jika ada zat kimia yang menetes atau tumpah.

6.     Peserta praktikum dilarang makan dan minum, membuat kericuhan selama kegiatan praktikum dan di dalam ruang laboratorium.

7.     Jika bekerja dengan zat kimia berbahaya, harus menggunakan sarung tangan karet, pelindung mata, dan menggunakan masker.

8.     Dilarang menyentuh, menggeser dan menggunakan peralatan di laboratorium yang tidak ada hubungannya dengan praktikum.

9.     Membersihkan peralatan yang digunakan dalam praktikum maupun penelitian dan mengembalikannya kepada petugas laboratorium dalam keaadaan bersih dan tidak rusak.  

10. Membaca, memahami dan mengikuti prosedur operasional untuk setiap peralatan dan kegiatan selama praktikum dan di ruang laboratorium.

11. Setiap pengerjaan praktikum, data pengamatan harus dicatat dengan lengkap agar tidak ada pengulangan percobaan.

12. Jika ada bahan kimia tumpah atau alat yang pecah siswa harus menghubungi guru kimia yang mengampu kegiatan praktikum.

13. Menjaga Ketertiban, keamanan dan kebersihan Laboratorium Kimia.

14. Setelah selesai kegiatan praktikum, posisi kursi harus Kembali dinaikkan ke atas meja dan siswa/i yang piket harus menyapu laboratorium.

15. Memastikan tidak ada barang yang tertinggal di laboratorium

INSTRUKSI KERJA ALAT LABORATORIUM

Tujuan

 SOP ini disusun sebagai pemastian pemakaian mikroskop secara benar.

Ruang Lingkup

SOP ini mencakup penggunaan mikroskop dalam kegiatan praktikum di laboratorium.

SOP Penggunaan

  • Letakkan mikroskop di meja yang permukaannya datar, tidak licin dan dekat
    sumber cahaya
  • Bila menggunakan sumber cahaya lampu: Atur tegangan lampu ke minimum:
  • Nyalakan mikroskop memakai tombol ON: Sesuaikan dengan pelan-pelan
    sampai intensitas cahaya yang diinginkan tercapai
    Selalu gunakan tombol pengatur fokus untuk menurunkan meja sediaan
    menjauhi lensa
  • Letakkan sediaan yang telah diwarnai ke atas meja sediaan.
  • Putar lempeng objektif ke objektif sesuai kebutuhan tingkat pembesaran obyek
    (10x/100x, dan seterusnya)
  • Atur dengan tombol pengatur fokus kasar dan pengatur fokus halus sampai
    sediaan terlihat jelas
  • Sesuaikan jarak antar pupil sampai gambar kiri dan gambar kanan menyatu
    dengan cara menggeser-geser kedua lensa okuler karena setiap orang
    mempunyai jarak antar pupil yang berbeda-beda)
  • Fokuskan gambar dengan mata kanan dengan cara melihat ke dalam okuler
    kanan dan sesuaikan dengan tombol pengatur fokus halus
  • Fokuskan gambar dengan mata kiri dengan cara melihat ke dalam okuler kiri dan
    putar. cincin penyesuai diopter sampai didapatkan gambar yang paling jelas, baik
    untuk mata kiri maupun mata kanan
  • Buka iris/diafragma sampai 70-80%, hingga lapangan pandang terang dengan
    merata
  • Teteskan minyak imersi di atas sediaan (aplikator jangan menyentuh sediaan) dan
    putar lensa objektif 100x ke tempatnya sampai berbunyi “klik”
  • Fokuskan dengan menggunakan tombol pengatur fokus halus, bukan dengan
    pengatur fokus kasar sampai didapatkan gambar yang paling jelas
  • Begitu sediaan selesai dibaca, putar objektif 100x menjauhi kaca sediaan,
    tempatkan objektif 10x di atas sediaan, lalu sediaan diambil
  • Bila telah selesai, atur kembali pengatur intensitas cahaya ke minimum dan
    matikan mikroskop dengan menekan tombol OFF
  • Setiap selesai menggunakan mikroskop, bersihkan dengan hati-hati minyak
    emersi dari lensa objektif 100x dengan menggunakan kertas lensa, kondensor
    diturunkan, lensa pada posisi lensa objektif terpendek. Simpan mikroskop dalam
    kotak mikroskop/lemari yang dijaga kelembabannya dengan menempatkan lampu
    5 watt yang selalu menyala merata

MIKROSKOP

SOP Perawatan

  •  Sebelum menyimpan, selalu bersihkan mikroskop terutama pada lensa-lensa
  • Pastikan mikroskop dalam keadaan OFF setelah digunakan
  • Simpan pada ruang atau lemari yang tertutup dan kering

SOP Penggunaan

  1. Menimbang tanpa wadah
    – Tekan tombol ON untuk menghidupkan neraca.
    -Jika layar neraca tidak menunjukkan angka nol, tekan tombol →0← untuk
    memunculkan indikator “0”.
    – Tempatkan objek atau benda yang akan ditimbang di atas piringan.
    – Tunggu beberapa saat hingga nilai yang ditunjukkan layar stabil, maka nilai yang
    tampak menunjukkan massa dari objek tersebut.
  2. Menimbang dengan wadah
    – Tekan tombol ON untuk menghidupkan neraca.
    – Tempatkan wadah kosong di atas piringan neraca.
    – Jika layar neraca tidak menunjukkan angka nol, tekan tombol →0← untuk
    indikator “0”.
    – Tempatkan objek atau benda yang akan ditimbang di atas piringan.
    – Tunggu beberapa saat hingga nilai yang ditunjukkan layar stabil, maka nilai yang
    tampak menunjukkan massa dari objek tersebut

Tujuan

 SOP ini disusun sebagai acuan bagi praktikan dalam menggunakan neraca digital
dengan benar, sehingga mampu menghasilkan data pengujian yang teliti dan akurat.

Ruang Lingkup

 SOP ini mencakup seluruh cara menggunakan neraca digital dan membaca hasil
pengukuran neraca digital dengan benar.

Prinsip Kerja Alat

Neraca analitik digital bekerja dengan sumber daya berasal dari 6 buah baterai AA
1,5 volt. Neraca ini merupakan salah satu neraca yang memiliki tingkat ketelitian
dan kepekaan yang tinggi, sehingga dalam proses pemakaiannya harus sangat hati
hati. Neraca ini mampu menimbang zat atau benda sampai batas 0,0001 g. Nilai
massa suatu benda yang ditimbang akan ditunjukkan melalui layar. Sebelum
melakukan penimbangan hendaknya perlu diperhatikan kondisi neraca agar dalam
keadaan bersih dan stabil

SOP Pemeliharaan

  • Hindarkan neraca dari terpaan sinar matahari langsung, misalnya menembus
    lewat kaca jendela atau karena jendela terbuka.
  • Jangan pernah menimbang dekat peralatan berkipas misalnya AC dan CPU.
    Aliran udara mengganggu kestabilan neraca ketika dioperasikan;
  • Hindarkan menimbang ddisamping pintu ruangan, karena ketika pintu dibuka
    dan ditutup menimbulkan aliran udara.
  • Jangan pernah menimbang dekat radiator dan alat lainnya yang memancakan
    panas.

Tujuan

SOP ini disusun sebagai pandungan pengoperasian buret dengan benar agar
mencegah terjadinya kesalahan dan kerusakan alat laboratorium.

Ruang Lingkup

SOP ini mencakup proses praktikum dan penelitian di Laboratorium.

SOP Penggunaan

  • Buret diklem pada statif dalam posisi tegak lurus dengan datar air
  • Periksa kran buret, kran harus mudah diputar dan tidak bocor. Bila kran sukar
    diputar atau bocor, lepaskan kran tersebut dan oleskan permukaannya
    dengan vaselin
  • Bilas buret dengan larutan yang akan dipakai untuk titrasi, kemudian isi buret
    dengan larutan yang sama sampai diatas titik nol
  • Alirkan larutan dengan membuka kran dan usahakan kolom pipa di bawah
    kran terisi larutan (tidak terdapat gelembung udara
  • Atur tinggi cairan sampai meniskusnya tepat pada angka nol atau angka lain dan
    catatlah angka mula-mula
  • Mulailah titrasi, tangan kiri memegang kran sambil memutarnya dan tangan
    kanan memegang labu erlenmeyer yang berisi cairan yang akan dititrasi. Selama
    titrasi labu erlenmeyer digoyang-goyangkan dengan gerakan berputar agar
    larutan yang menetes dari buret segera bercampur. Demikian seterusnya
    sampai titik akhir titrasi.

SOP Perawatan

  • Buang larutan sisa pakai yang ada di dalam buret.
  • Bersihkan buret dengan larutan pencuci dan bilas dengan air suling.
  • Keringkan dan lepaskan kran buret.
  • Jika larutan mengandung alkali/basa maka larutan harus segera dibuang dan
    buret segera dibersihkan karena sifat alkali/basa dapat membuat tutup kran
    membeku atau sulit untuk dibuka

Tujuan

SOP ini disusun sebagai penuntun penggunaan alat gelas ukur

Ruang Lingkup

SOP ini mencakup semua prosedur penggunaan dan perawatan gelas ukur di
Laboratorium

SOP Penggunaan

  • Letakkan gelas ukur pada bidang datar yang lurus dengan pengamat
  • Pastikan mata pengamat sejajar dengan gelas ukur
  • Masukan larutan sesuai takaran dengan miniskus cekung 

SOP Pemeliharaan

  • Cuci gelas ukur hingga bersih di air mengalir 
  • Keringkan 

Tujuan

SOP ini disusun sebagai pandungan pengoperasian corong pisah dengan benar
agar mencegah terjadinya kesalahan dan kerusakan alat laboratorium.

Ruang Lingkup

SOP ini mencakup proses praktikum dan penelitian di Laboratorium.

SOP Penggunaan

  • Pastikan bahwa tutup dan kran corong pisah sudah tepat dan tidak bocor.
  • Buka penutup corong pisah kemudian masukkan larutan kedalam corong
    pisah menggunakan corong berbagai ukuran dari bibir atas dalam keadaan
    kran corong pisah tertutup.
  • Tutup kembali penutup corong pisah kemudian pengocokan corong pisah
    dilakukan dengan memegang bagian atas berikut tutupnya dengan tangan
    kanan dan tangan kiri memegang bagian tangkai corong berikut krannya.
  • Dikocok dengan cara memutar corong pisah hanya ke satu arah dalam posisi
    horizontal dengan sesekali membuka kran corong pisah untuk mengeluarkan
    tekanan udara didalam corong pisah agar tidak terjadi tekanan yang kuat dan
    dapat melemparkan tutup corong beserta isinya. Dilakukan hingga beberapa
    kali.
  • Setelah pengocokan, corong pisah diberdirikan menggunakan statif ring dan
    didiamkan agar pemisahan antara dua fase berlangsung.
  • Jika jenis larutan mudah menguap, maka tempatkan cawan penguap pada
    bagian bawah corong pisah kemudian buka kran corong pisah dengan perlahan
    agar larutan yang bagian bawah dapat turun tetapi jangan sampai larutan yang
    diatas ikut menetes. Tetapi apabila jenis larutan tidak mudah menguap dapat
    menggunakan gelas beker dan labu erlenmeyer.
  • Jika larutan yang diatas ingin dipakai maka tempatkan larutan tersebut ke
    dalam gelas beker atau labu erlenmeyer. Tetapi jika tidak digunakan maka
    dikeluarkan melalui kran atau tutup corong pisah tersebut.

SOP Perawatan

  • Hindari penempatan corong pisah dekat dengan panas yang berlebihan dan
    nyala api.
  • Hindari terpaan panas hingga 110 C.
  • Hindari pendinginan dibawah -20 C.
  • Pembersihan dengan dialirkan dengan air lalu dibersihkan menggunakan sabun
    kemudian dibilas menggunakan air

SOP Pemeliharaan

  • Lepaskan Rubber Bulb dari pipet ukur saat tidak digunakan.
  • Pastikan tidak ada cairan yang masuk kedalam Rubber Bulb.

Tujuan

SOP ini disusun sebagai petunjuk dalam menggunakan filler

Ruang Lingkup

SOP ini mencakup tahapan dalam menggunakan filler

SOP Penggunaan

  • Pasang bagian ujung pipet yang letaknya ada di bagian bawah rubber bulb
    dengan menekannya sedikit demi sedikit.
  • Setelah terhubung dengan Ruber bulb angkat dengan kedua tangan. Tangan kiri
    digunakan untuk memegang pipet sementara itu tangan kanan digunakan untuk
    memegang ruber bulb. Setelah itu arahkan pipet pada cairan yang ingin diambil
    dan di sedot dengan menggunakan tangan kiri dengan menekan katup aspirate.
    Setelah itu, kempeskan Rubber bulp sehingga mengeluarkan angin yang
    terperangkap di rubber bulb.
  • Apabila angin sudah keluar, tekan bagian katup Suction sedot cairan yang ingin anda pindahkan. Namun jangan sampai cairan tersebut melebihi skala dari
    pipet. Pastikan juga cairan ini tidak masuk ke bagian rubber bulb yang terbuat
    dari karet karena membuat komponennya cepat rusak.
  • Setelah anda menyedot cairan lalu pipet mulai terisi dengan larutan maka anda
    bisa mengeluarkan cairan tersebut ke wadah lainnya. Cara untuk
    mengeluarkannya adalah dengan langkah nomor 1 yaitu mengangkat kedua
    tangan.
  • Selanjutnya letakkan dan arahkan bagian pipet ke wadah lain dengan
    sesuai volume yang diinginkan. Caranya adalah dengan menekan bagian katup E
    atau katup Exhaust dengab posisi yang tegak lurus secara perlahan- lahan.
  • Cukup tunggu hingga beberapa saat sampai larutan ini keluar dari pipet secara
    maksimal. Jika suda digunakan letakkan pipet dengan baik

Tujuan

SOP ini disusun sebagai penuntun penggunaan alat mortar dan alu.

Ruang Lingkup

SOP ini mencakup semua prosedur penggunaan dan perawatan mortar dan alu di Laboratorium

SOP Penggunaan

  • Dibersihkan dengan menggunakan akuades dan tisu kering
  • Ditaruh mortar dan alu diatas serbet, pastikan posisi mortar adalah bagian
    mulut mortar tepat dihadapan kita
  • Dimasukan sampel kedalam mortar
    Ditumbuk dengan perlahan menggunakan alu.
  • Jika sampel sudah halus maka bisa digunakan untuk analisa pengujian
    selanjutnya

SOP Perawatan

  • Dicuci menggunakan air hingga bersih.
  • Dikeringkan dan disimpan di tempat yang aman, mudah dicari dan mudah
    diambil agar tidak pecah karena bahannya yang terbuat dari logam.

Tujuan

SOP ini disusun sebagai penuntun penggunaan alat tabung reaksi.

Ruang Lingkup

SOP ini mencakup semua prosedur penggunaan dan perawatan tabung reaksi di
Laboratorium

SOP Penggunaan

Dimasukkan larutan pada tabung reaksi menggunakan gelas ukur atau pipet
tetes yang sudah terdapat sampel.

SOP Pemeliharaan

  • Cuci tabung reaksi hingga bersih di air mengalir 
  • Keringkan