Mengetuk Pintu Langit: Ikhtiar Spiritual MAN Bondowoso Kawal Kelulusan Siswa Kelas XII

BONDOWOSO – Di bawah temaram cahaya Musholla Madrasah, suasana khusyuk menyelimuti keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso. Pada Kamis malam yang bertepatan dengan malam Jumat Kliwon, puluhan guru dan karyawan berkumpul dalam satu barisan linear yang rapat. Mereka tidak sedang melakukan rapat koordinasi, melainkan sedang “mengetuk pintu langit” melalui ibadah Sholat Hajat berjamaah.

Kegiatan rutin ini bukan sekadar seremoni keagamaan. Bagi MAN Bondowoso, malam Jumat Kliwon adalah momentum krusial untuk memperkuat ikhtiar batiniah. Fokus utama kali ini adalah mendoakan kesuksesan para peserta didik kelas XII yang akan segera menempuh Ujian Madrasah.

Kepala MAN Bondowoso, Bapak Santoso, bertindak langsung sebagai imam sholat. Dalam balutan suasana yang khidmat, lantunan doa-doa panjang dipanjatkan agar para siswa diberikan kelancaran, ketenangan, serta hasil yang berkah dalam ujian nanti.

“Sholat hajat ini adalah wujud dari kebersamaan dan keikhlasan kami sebagai keluarga besar MAN Bondowoso. Kami memohon keberkahan dan kesuksesan anak didik dalam ujian yang akan datang. Usaha lahiriah telah kita maksimalkan, kini saatnya kita pasrahkan hasilnya kepada Allah SWT,” ujar Santoso selepas kegiatan.

Usai salam terakhir diucapkan, kegiatan berlanjut dengan prosesi Tawassul yang dipimpin oleh Ustadz Moh. Mahmudi. Suasana semakin menyentuh saat nama-nama orang saleh disebut sebagai wasilah agar doa-doa yang dipanjatkan memiliki “jalur khusus” menuju keridhaan-Nya.

Secara teologis, praktik Tawassul ini merujuk pada firman Allah dalam Surat Al-Maidah ayat 35:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ

“Wahai orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah. Dan carilah wasilah (perantara) kepada-Nya.”

Ustadz Mahmudi menjelaskan bahwa Tawassul adalah upaya mendekatkan diri kepada Sang Khalik dengan menggunakan perantara kesalehan. “Kita menyertai nama-nama kekasih Allah dalam doa kita, dengan harapan doa ini menjadi istimewa dan lebih mudah diterima di sisi-Nya,” tuturnya.

Kegiatan yang diakhiri dengan doa bersama ini menjadi bukti bahwa MAN Bondowoso tidak hanya fokus pada aspek akademis semata (kognitif), tetapi juga sangat mementingkan kecerdasan spiritual (SQ).

Dengan tradisi Sholat Hajat rutin setiap malam Jumat Kliwon ini, MAN Bondowoso berharap tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang mengerti bahwa setiap keberhasilan adalah buah dari perpaduan kerja keras dan doa yang tak terputus.

Semoga melalui wasilah doa di malam yang mulia ini, langkah para siswa kelas XII MAN Bondowoso dimudahkan, dan madrasah ini terus menjadi ladang ilmu yang penuh keberkahan.(as)

 

Bagikan :

Artikel Lainnya

Momentum Haru dan Syukur: MAN Bondowoso Gelar H...
BONDOWOSO – Suasana khidmat menyelimuti Aula...
Tinjau Ujian Berbasis Android, Kakankemenag Bon...
BONDOWOSO – Pelaksanaan Ujian Madrasah (UM)...
MAN Bondowoso Kian Gemilang: Setelah 50 Siswa T...
BONDOWOSO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN)...
Mengetuk Pintu Langit: Ikhtiar Spiritual MAN Bo...
BONDOWOSO – Di bawah temaram cahaya...
Mengukir Sejarah: 50 Siswa MAN Bondowoso Tembus...
BONDOWOSO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN)...
Spritualitas di Ambang Kelulusan: Ikhtiar Langi...
BONDOWOSO – Suasana khidmat menyelimuti Mushola...