Bondowoso, 21 Juni 2025 – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso hari ini mencetak sejarah baru dalam upaya peningkatan peran keluarga dalam pendidikan. Sebanyak 800 ayah dari siswa-siswi memenuhi aula MAN Bondowoso, bukan hanya untuk menerima Laporan Hasil Belajar (LHB) semester genap Tahun Ajaran 2024/2025, tetapi juga untuk menyukseskan “Gerakan Ayah Teladan Indonesia”.
Antusiasme para ayah terlihat jelas sejak pagi. Kepala MAN Bondowoso, Santoso dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran mereka. “Terima kasih kepada para ayah yang telah bersedia meluangkan waktu untuk datang ke MAN Bondowoso di kegiatan menerima Laporan Hasil Belajar ini,” ujar beliau, disambut tepuk tangan riuh para hadirin.
Lebih dari sekadar seremoni pengambilan rapor, momen ini dimanfaatkan MAN Bondowoso untuk menyukseskan: “Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) bagi Pelajar.” Gerakan ini, jelas Kepala Madrasah, adalah upaya konkret untuk meningkatkan peran ayah dalam pendidikan dan perkembangan anak-anak di lingkungan sekolah. “Gerakan ini bertujuan agar ayah lebih aktif terlibat dalam kehidupan sekolah dan pengasuhan anak, serta membantu menciptakan generasi yang berkualitas dan berkarakter,” tegasnya.
Menurut Kepala MAN Bondowoso, peran ayah adalah kunci fundamental dalam pembentukan karakter peserta didik. Kesadaran akan urgensi ini mendorong pihak madrasah untuk menginisiasi kegiatan pengambilan rapor ini sekaligus mengundang narasumber kredibel, Doktor Untung Suzairi, dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Kabupaten Bondowoso.
Dalam paparannya, Doktor Untung Suzairi menekankan bahwa sosok ayah jauh melampaui peran tradisionalnya sebagai pencari nafkah. “Ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga memiliki peran penting dalam pendidikan, pengasuhan, dan pendampingan anak,” tuturnya. Ia menggarisbawahi harapan agar para ayah meluangkan waktu berkualitas bersama anak, menunjukkan kasih sayang, terlibat dalam diskusi, dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan sekolah anak.
Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan untuk mewujudkan gerakan ini adalah melalui kegiatan di sekolah seperti “Sekolah Bersama Ayah” (Sebaya). Dengan keterlibatan aktif ayah, diharapkan dapat mengatasi fenomena “generasi stroberi”—generasi muda yang cenderung mudah menyerah—serta menciptakan keluarga yang berkualitas dan generasi yang tangguh, siap menghadapi tantangan masa depan.
Acara pengambilan LHB yang dibalut dengan sosialisasi “Gerakan Ayah Teladan Indonesia” ini bukan hanya menunjukkan komitmen MAN Bondowoso terhadap kualitas pendidikan, tetapi juga menegaskan kembali pentingnya sinergi antara madrasah dan keluarga. Kehadiran 800 ayah hari ini menjadi penanda awal sebuah kolaborasi apik yang diharapkan mampu melahirkan generasi penerus Bondowoso yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi bangsa.(as, photo :ainun)


