Bondowoso (Humas MAN Bondowoso) – Jumat (23/10/2026), siswa kelas XII MAN Bondowoso melaksanakan sowan ke Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam rangkaian rihlah ilmiah. Kegiatan diawali dengan salat Subuh berjamaah di Masjid Universitas Nurul Jadid, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan dan tausiyah di aula utama Pondok Pesantren Nurul Jadid bersama Gus Muhammad Imdad Robbani, putra sulung pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid.
Dalam tausiyahnya, Gus Muhammad Imdad Robbani mengajak para siswa memahami ajaran Islam secara menyeluruh melalui tiga aspek kehidupan, yakni pikiran, perbuatan, dan perasaan. Ketiganya berkaitan dengan akidah sebagai fondasi iman, fikih sebagai pedoman menjalankan ajaran Islam, serta akhlak sebagai wujud pengamalan nilai-nilai ihsan. Pemahaman agama tidak cukup hanya diketahui, tetapi perlu dihayati dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Beliau juga menjelaskan pentingnya mempelajari al-furūḍ al-‘ainiyyah, yaitu ilmu-ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim. Kewajiban menuntut ilmu tersebut bersifat dinamis dan terus berkembang sesuai kebutuhan kehidupan. Oleh karena itu, para siswa diingatkan agar tidak berhenti belajar, termasuk dalam memperdalam pengetahuan agama seiring meningkatnya usia dan jenjang pendidikan.
Mengutip firman Allah Swt., “Fa‘lam annahu lā ilāha illallāh”, yang berarti “Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah”, Gus Muhammad Imdad Robbani menekankan bahwa pengetahuan menjadi bagian penting dalam membangun keyakinan. Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin berkembang pula cara berpikirnya. Perkembangan intelektual tersebut diharapkan berjalan seiring dengan semakin dalamnya pemahaman akidah dan penghayatan iman.
Kepala MAN Bondowoso, H. Santoso, S.Ag., M.Pd., berharap kegiatan sowan ini menjadi momentum bagi siswa kelas XII untuk kembali meluruskan niat dalam menuntut ilmu dan memperkuat semangat belajar. Menjelang Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan tahapan akhir pendidikan, para siswa diharapkan semakin bersungguh-sungguh dalam berikhtiar, menjaga ibadah, serta mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama belajar di madrasah.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga membawa pulang pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan. Penguatan iman, keluasan ilmu, dan kemuliaan akhlak menjadi bekal penting bagi siswa kelas XII untuk menyelesaikan pendidikan dengan baik, meraih cita-cita, dan melangkah menuju masa depan tanpa melupakan nilai-nilai agama yang telah ditanamkan di MAN Bondowoso.

(Humas MAN Bondowoso)

