Wujudkan Madrasah Ramah Lingkungan, MAN Bondowoso Gelar Aksi Nyata Gerakan Kemenag ASRI

BONDOWOSO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kelestarian lingkungan melalui sosialisasi dan aksi nyata Gerakan Kemenag ASRI (Aman, Sejuk, Rindang, Indah). Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (06/03/2026) ini melibatkan seluruh elemen madrasah, mulai dari jajaran pimpinan, tenaga kependidikan, hingga seribuan siswa.

Gerakan ini bukan sekadar pembersihan rutin, melainkan implementasi dari Surat Edaran Sekjen Kemenag No. 27 Tahun 2025 yang menekankan tanggung jawab spiritual dalam menjaga alam.

Kepala MAN Bondowoso, Santoso, yang turun langsung mendampingi para siswa, menegaskan bahwa kebersihan dalam Islam bukan sekadar urusan fisik, melainkan cerminan kualitas iman seorang muslim.

“Kebersihan itu adalah sebagian dari keimanan. Allah itu Indah dan mencintai keindahan,” ujar Santoso di sela-sela kegiatan. Beliau menekankan bahwa menjaga ekosistem madrasah adalah bentuk ibadah yang nyata.

Dalam perspektif Islam, keutamaan menjaga kebersihan dan lingkungan telah ditegaskan dalam berbagai hadis. Bagi umat Nabi Muhammad SAW, menjaga kebersihan adalah identitas, sebagaimana disabdakan:

النَّظَافَةُ مِنَ الْإِيمَانِ

“Kebersihan itu adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim)

Lebih lanjut, Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa tindakan menanam pohon atau menjaga alam memiliki nilai sedekah yang berkelanjutan:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

“Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam tanaman, lalu pohon/tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia, atau hewan melainkan ia akan mendapatkan pahala sedekah.” (HR. Bukhari & Muslim)

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Lebih dari seribu siswa-siswi MAN Bondowoso menyisir setiap sudut halaman hingga area luar madrasah. Berbekal sapu lidi dan peralatan kebersihan, mereka bahu-membahu menata taman dan menanam bibit pohon sebagai upaya penghijauan jangka panjang.

Santoso berharap, melalui sosialisasi dan kerja bakti ini, kesadaran ekologis tumbuh secara alami dalam diri siswa sejak dini. “Kami ingin seluruh warga madrasah termotivasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya nyaman secara visual, tapi juga menyejukkan hati dan pikiran,” tambahnya.

Melalui Gerakan Kemenag ASRI, MAN Bondowoso berupaya mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan kesadaran lingkungan global. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat budaya hidup sehat dan ceria di lingkungan civitas akademika.

Dengan lingkungan yang aman, sejuk, rindang, dan indah, MAN Bondowoso optimistis dapat melahirkan generasi emas yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga peduli terhadap kelestarian bumi sebagai amanah Tuhan yang harus dijaga.(as)

 

Bagikan :

Artikel Lainnya

Wujudkan Madrasah Ramah Lingkungan, MAN Bondowo...
BONDOWOSO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN)...
Perkuat Karakter Religius, MAN Bondowoso Buka P...
BONDOWOSO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN)...
Mengajar dengan Cinta, Mendidik dengan Makna: K...
BONDOWOSO – Aura semangat menyelimuti Meeting...
Puncak Quantum ke 3 MAN Bondowoso: Menumbuhkan ...
BONDOWOSO – Aura kebahagiaan dan rasa...
Amanat Pembina Upacara MAN Bondowoso: "Membangu...
BONDOWOSO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN)...
Memetik Berkah Silaturahmi: Menelusuri Jejak Ke...
BONDOWOSO – Keluarga besar Madrasah Aliyah...