Mengajar dengan Cinta, Mendidik dengan Makna: Kakanwil Kemenag Jatim Dorong Transformasi Karakter di MAN Bondowoso

BONDOWOSO – Aura semangat menyelimuti Meeting Room Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso pada Kamis (12/2). Kehadiran Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menjadi momen istimewa bagi keluarga besar madrasah dan jajaran pimpinan Kemenag di Kabupaten Bondowoso. Agenda pembinaan dan seminar pendidikan bertajuk “Mengajar dengan Cinta, Membimbing dengan Makna” ini sukses memantik refleksi mendalam tentang esensi seorang pendidik.

Acara yang dihadiri oleh jajaran petinggi Kemenag Bondowoso, mulai dari Kepala Kantor, Moh. Ali Masyhur, hingga para Ketua Pokjas, Kepala Madrasah (MIN, MTsN, MAN), serta dewan guru dan karyawan ini, berlangsung khidmat dan penuh antusiasme.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bondowoso, Moh. Ali Masyhur, menyampaikan laporan yang membanggakan mengenai progres MAN Bondowoso. Ia menegaskan bahwa madrasah ini telah bertransformasi menjadi institusi yang inklusif dan progresif.

“MAN Bondowoso bukan hanya sekadar ruang belajar yang mencerdaskan, tapi juga tempat menumbuhkan nilai karakter dan spiritualitas. Kehadiran Bapak Kanwil merupakan suntikan semangat sekaligus suplemen berharga bagi kami. Kami berharap inspirasi terkait strategi transformasi madrasah yang Bapak berikan dapat memperkuat orientasi kami, yang tidak hanya terpaku pada capaian akademik, namun juga pada kedalaman nilai dalam mendidik,” tutur Ali Masyhur.

Tidak hanya sekadar retorika, Ali Masyhur juga memaparkan deretan tinta emas yang ditorehkan siswa-siswi MAN Bondowoso di awal tahun 2026. Prestasi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari:

  • Juara 1 Nasional Lomba Presentasi Proposal Riset OMI.
  • Juara 2, 3, dan Harapan 1 Olimpiade Matematika tingkat Provinsi Jawa Timur.
  • Juara 1 MHQ 10 Juz se-Jawa dan Madura. * Juara Harapan 1 Lomba Melukis MGMP Jawa Timur.
  • Dominasi di Bidang GenRe: Meraih Juara 1 Putra, Juara 1 Putri, dan Juara 3 Putri Duta GenRe Kabupaten Bondowoso.

Sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap literasi Al-Qur’an, MAN Bondowoso juga memberikan beasiswa satu tahun penuh bagi siswa kelas Tahfidz yang mampu menyelesaikan hafalan minimal 5 juz.

Memasuki inti acara, Akhmad Sruji Bahtiar mengawali pembinaannya dengan pesan yang menyentuh sanubari. Mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali, beliau mengkategorikan manusia yang bermanfaat ke dalam tiga golongan, di mana guru diharapkan mampu menempati dua posisi utama.

“Jadilah manusia seperti makanan yang selalu dibutuhkan siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Setelah makan, ada energi dan semangat baru. Pertanyaannya, apakah guru-guru kita sudah seperti makanan yang dinikmati dengan lezat dan kehadirannya selalu dirindukan oleh anak didik?” tanya Kakanwil retoris.

Beliau juga menambahkan bahwa guru harus bisa menjadi “obat”. Memiliki keahlian spesifik untuk menyembuhkan dahaga ilmu dan memperbaiki moralitas siswa. “Layani, ajari, bimbing, dan arahkan anak-anak kita dengan cinta. Karena cinta yang lahir dari lubuk hati yang paling dalam akan sampai pula ke hati,” imbuhnya.

Transformasi madrasah, menurut Sruji Bahtiar, bukan semata soal dokumen dan regulasi, melainkan perubahan pola pikir (mindset) dan sikap. Hal ini sejalan dengan khitah umat Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk membawa kemanfaatan bagi semesta. Sebagaimana hadist Rasulullah SAW:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad).

Dengan menjadi pendidik yang bermanfaat—seperti makanan yang memberi energi dan obat yang menyembuhkan—guru MAN Bondowoso sejatinya sedang menjalankan misi kenabian dalam mencetak generasi Khairu Ummah.

Acara seminar pendidikan yang berlangsung hangat ini ditutup dengan sesi foto bersama, meninggalkan kesan mendalam dan komitmen baru: bahwa di MAN Bondowoso, setiap kurikulum yang diajarkan akan dibalut dengan cinta, dan setiap bimbingan yang diberikan akan bermuara pada makna yang kekal.(as)

Bagikan :

Artikel Lainnya

Wujudkan Madrasah Ramah Lingkungan, MAN Bondowo...
BONDOWOSO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN)...
Perkuat Karakter Religius, MAN Bondowoso Buka P...
BONDOWOSO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN)...
Mengajar dengan Cinta, Mendidik dengan Makna: K...
BONDOWOSO – Aura semangat menyelimuti Meeting...
Puncak Quantum ke 3 MAN Bondowoso: Menumbuhkan ...
BONDOWOSO – Aura kebahagiaan dan rasa...
Amanat Pembina Upacara MAN Bondowoso: "Membangu...
BONDOWOSO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN)...
Memetik Berkah Silaturahmi: Menelusuri Jejak Ke...
BONDOWOSO – Keluarga besar Madrasah Aliyah...