Bondowoso – Perpustakaan Avicenna MAN Bondowoso menggelar lokakarya penulisan esai bertema “Membangun Budaya Literasi dan Mengembangkan Kreativitas melalui Penulisan Esai” pada Sabtu (24/10/2026). Bertempat di Gedung SBSN MAN Bondowoso, kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi siswa untuk mengenal dunia kepenulisan sekaligus mengasah keberanian dalam menyampaikan gagasan melalui tulisan.

Kegiatan diawali dengan salat Duha bersama sebelum peserta mengikuti sesi lokakarya. Suasana pembelajaran berlangsung dengan penuh kesungguhan. Para siswa menyimak materi yang disampaikan narasumber dan mengikuti jalannya kegiatan sebagai bagian dari upaya mengembangkan kemampuan literasi. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan juga proses mengolah pemikiran, menyusun ide, dan menyampaikan pandangan agar dapat dipahami oleh pembaca.

Hadir sebagai narasumber, Dianna Ummijathie, S.Pd., M.Pd., memberikan wawasan mengenai penulisan esai dan pentingnya mengembangkan kreativitas melalui karya tulis. Penulisan esai menjadi salah satu sarana bagi siswa untuk menuangkan pemikiran terhadap berbagai persoalan secara runtut dan terarah. Kemampuan tersebut membutuhkan kebiasaan membaca, kepekaan dalam mengamati lingkungan, serta kemauan untuk terus berlatih dan memperbaiki tulisan.

Kesungguhan peserta juga terlihat dalam sesi diskusi. Salah seorang siswa, Salim, menunjukkan keberaniannya dengan menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan seputar kepenulisan. Keaktifannya menjadi gambaran bahwa siswa tidak hanya hadir untuk mendengarkan materi, tetapi juga berusaha menggali pemahaman lebih dalam. Keberanian untuk bertanya dan mengutarakan pendapat merupakan bagian penting dalam proses belajar, sekaligus menjadi bekal untuk membangun pola pikir kritis dan mengembangkan kemampuan menulis.

Kepala MAN Bondowoso, Santoso, S.Ag., M.Pd., turut memberikan motivasi kepada peserta agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan bahwa menulis perlu diawali dengan niat yang baik, karena karya yang dihasilkan diharapkan dapat membawa manfaat bagi orang lain.
“Orang yang menulis dengan diawali dalam keadaan suci dari hadas, insyaallah hasil karyanya membawa manfaat bagi orang lain,” tuturnya.

Santoso juga mengingatkan bahwa siswa tidak perlu menunggu memiliki ide yang luar biasa untuk mulai menulis. Menurutnya, keberanian memulai dan kesediaan menyelesaikan tulisan merupakan bagian penting dari proses menghasilkan karya.
“Karya yang baik adalah karya yang selesai. Tidak perlu menunggu ide yang cemerlang untuk mulai menulis. Yang terpenting adalah berani memulai dan menyelesaikan karya tersebut,” pesannya.
Ia berharap para siswa dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari narasumber dan terus mengembangkan kemampuan kepenulisan setelah mengikuti lokakarya. Kesempatan belajar seperti ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sehari, tetapi menjadi awal tumbuhnya kebiasaan membaca, menulis, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Melalui lokakarya penulisan esai ini, Perpustakaan Avicenna MAN Bondowoso terus mendorong tumbuhnya budaya literasi di lingkungan madrasah. Dengan semangat belajar, keberanian menyampaikan gagasan, dan kemauan untuk terus berlatih, siswa diharapkan mampu mengembangkan kreativitas serta melahirkan karya tulis yang mencerminkan pemikiran kritis dan memberikan nilai positif bagi lingkungan sekitarnya.
(Humas MAN Bondowoso)
