BONDOWOSO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan adaptif terhadap teknologi. Pada Kamis (30/04/2026), suasana di meeting room lantai 2 gedung madrasah tampak khidmat saat Kepala MAN Bondowoso, Santoso, memberikan pengarahan sekaligus melepas secara resmi peserta didik kelas XII untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Komputer.
Program PKL yang akan berlangsung selama satu bulan penuh ini menyasar berbagai instansi perkantoran di lingkungan Kabupaten Bondowoso. Didampingi oleh Wakil Kepala Bidang Kehumasan sekaligus Penanggung Jawab PKL, Suyadi, serta guru pembimbing, Ricky Zam Zami, acara ini menjadi jembatan krusial bagi siswa sebelum benar-benar terjun ke dunia industri.
Dalam sambutannya, Kepala MAN Bondowoso, Santoso, menekankan bahwa PKL bukan sekadar prasyarat kurikulum, melainkan momentum transformasi diri. Ia berpesan agar para siswa tidak hanya mengasah otak, tetapi juga menjaga sikap selama berada di lingkungan kantor.
“Jadikan PKL ini sebagai pengalaman dan momentum untuk membentuk karakter serta mengembangkan potensi diri,” ujar Santoso di hadapan para siswa. Beliau juga mewanti-wanti agar seluruh peserta didik menjaga marwah institusi dengan perilaku yang santun. “Jaga sikap, perilaku, dan nama baik madrasah. Taatilah seluruh aturan yang berlaku di tempat PKL masing-masing,” tegasnya.
Senada dengan Kepala Madrasah, Suyadi selaku penanggung jawab program menjelaskan bahwa para siswa yang diberangkatkan tahun ini telah dibekali kemampuan teknis yang mumpuni. Fokus utama mereka adalah penguasaan administrasi perkantoran modern.
“Siswa-siswi yang mengikuti PKL ini adalah mereka yang sudah mumpuni di bidang Microsoft Office, mulai dari Word, Excel, hingga PowerPoint. Bahkan, tidak menutup kemungkinan mereka juga akan menerapkan keterampilan desain grafis sesuai kebutuhan instansi tempat mereka mengabdi,” jelas Suyadi.
Dalam sesi pembekalan teknis, Suyadi juga memaparkan detail mengenai tata tertib, prosedur pelaporan, hingga pentingnya pola komunikasi efektif antara siswa, pembimbing lapangan, dan pihak madrasah.
Sementara itu, Ricky Zam Zami selaku guru pendamping menyoroti urgensi adaptasi teknologi di era digital. Menurutnya, dunia administrasi saat ini telah bergeser sepenuhnya ke arah digitalisasi, dan kurikulum di MAN Bondowoso telah disesuaikan dengan realitas tersebut.
“Di zaman digital sekarang, administrasi perkantoran sudah berkembang jauh lebih maju. Semua serba digital. Siswa-siswi kita sudah diberikan bekal ilmu pengetahuan yang bersinggungan langsung dengan teknologi digital tersebut,” ungkap Ricky.
Kegiatan pelepasan ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang dinamis, di mana para siswa tampak antusias berdiskusi mengenai kesiapan mental dan teknis menghadapi kendala di lapangan. Dengan sinergi antara kemampuan hard skill komputer dan penguatan soft skill, MAN Bondowoso optimistis para siswanya mampu memberikan kontribusi nyata bagi instansi-instansi di Kabupaten Bondowoso selama masa PKL berlangsung.(as)



