Melampaui Kebaya: MAN Bondowoso Maknai Spirit Kartini Melalui Pagelaran Budaya dan Literasi

BONDOWOSO – Peringatan Hari Kartini di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso tahun ini tampil berbeda. Jika selama bertahun-tahun identik dengan sekadar perlombaan busana adat, kali ini madrasah tersebut memilih jalan yang lebih substantif: menerjemahkan esensi perjuangan Raden Adjeng Kartini ke dalam wadah kreativitas yang relevan dengan tantangan modernisasi.

Rabu (21/4/2026), Aula MAN Bondowoso bertransformasi menjadi panggung besar bertajuk “Kartini dan Keindahan Nusantara: Menjaga Tradisi di Tengah Modernisasi”. Acara yang diinisiasi oleh OSIM dengan dukungan penuh wali kelas dan siswa ini, berhasil memadukan penghormatan sejarah dengan unjuk bakat generasi Z.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala MAN Bondowoso, Santoso, memberikan penekanan menarik mengenai sosok Kartini. Ia mengingatkan bahwa Kartini bukan sekadar simbol pakaian adat, melainkan sosok pemikir yang memiliki kedekatan spiritual dan intelektual yang tinggi.

“Raden Ajeng Kartini adalah perempuan muda yang sangat inspiratif. Salah satu jasa besarnya adalah mengusulkan penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Jawa kepada gurunya, Kyai Soleh Darat. Ini adalah bukti bahwa Kartini berjuang melalui literasi dan pemahaman agama yang mendalam,” ujar Santoso di hadapan para siswa.

Lebih lanjut, Santoso menukil pesan langit dari Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 176:

فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ

“Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.”

“Dari momentum ini, kami berharap muncul inspirasi dari pemikiran orang-orang terdahulu untuk menjadi pijakan langkah kalian saat ini dan di masa depan. Jaga dan rawat budaya bangsa kita; budaya sopan santun, akhlak, dan gotong royong,” tegasnya.

Kemeriahan acara terasa di setiap sudut aula. Tidak hanya panggung utama yang diisi oleh pertunjukan band dan atraksi pencak silat yang memukau, tetapi juga deretan ‘Stand Kreativitas’ yang menampilkan hasil karya orisinal siswa.

Wadah ini menjadi ajang pembuktian bahwa siswa madrasah mampu menjaga harmoni antara kekayaan budaya tradisional dengan penguasaan teknologi digital. Hal ini terpotret jelas dalam lomba video kreatif yang menjadi salah satu primadona dalam rangkaian acara ini.

Puncak acara ditandai dengan pengumuman pemenang kompetisi yang telah dinantikan. Persaingan ketat terjadi di kategori video kreatif dan stand budaya, yang dinilai berdasarkan orisinalitas dan kedalaman pesan budaya yang disampaikan.

Berikut adalah daftar pemenang yang berhasil membawa pulang penghargaan:

Kategori Lomba Juara 1 Juara 2 Juara 3
Video Kreatif (Putra) Kelas XI – E Kelas X – D Kelas X – E
Video Kreatif (Putri) Kelas XI – L Kelas XI – G Kelas XI – M
Stand Budaya (Putra) Kelas XI – E Kelas XI – B Kelas XI – D
Stand Budaya (Putri) Kelas XI – H Kelas XI – M Kelas XI – G

Kegiatan ini membuktikan bahwa peringatan Hari Kartini di MAN Bondowoso bukan sekadar seremoni tahunan. Ia telah menjadi ruang dialektika bagi siswa untuk mengekspresikan diri, memperkuat karakter, dan memastikan bahwa api semangat Kartini tetap menyala di tengah arus modernisasi.

Dengan karakter yang berbudaya dan berdaya saing, generasi muda MAN Bondowoso siap melanjutkan estafet perjuangan Kartini di masa depan.(as)

Bagikan :

Artikel Lainnya

Melampaui Kebaya: MAN Bondowoso Maknai Spirit K...
BONDOWOSO – Peringatan Hari Kartini di...
Menjaga Tradisi Langit: Siswa Program Unggulan ...
BONDOWOSO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN)...
Semangat Kartini di MAN Bondowoso: Kala Siswi O...
BONDOWOSO – Nuansa berbeda menyelimuti halaman...
Momentum Haru dan Syukur: MAN Bondowoso Gelar H...
BONDOWOSO – Suasana khidmat menyelimuti Aula...
Tinjau Ujian Berbasis Android, Kakankemenag Bon...
BONDOWOSO – Pelaksanaan Ujian Madrasah (UM)...
MAN Bondowoso Kian Gemilang: Setelah 50 Siswa T...
BONDOWOSO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN)...