Spritualitas di Ambang Kelulusan: Ikhtiar Langit Siswa Kelas XII MAN Bondowoso Menuju SNBP dan Ujian Madrasah

BONDOWOSO – Suasana khidmat menyelimuti Mushola Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso pada Selasa (31/03/2026). Ratusan siswa kelas XII berkumpul, bukan untuk urusan akademik semata, melainkan untuk melangitkan doa dalam gelaran Istighosah bersama. Agenda ini menjadi momentum krusial bagi para siswa yang kini berada di persimpangan jalan: menanti pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan bersiap menghadapi Ujian Madrasah (UM).

Didampingi para wali kelas, para siswa tampak larut dalam kekhusyukan. Lantunan zikir dan doa yang dipimpin oleh Ustadz Hasyim Asqori menggema, menciptakan atmosfer spiritual yang kental. Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar batiniah agar para siswa diberikan ketenangan, kecerdasan, dan kemudahan dalam menghadapi setiap butir soal ujian yang akan datang.

Kepala MAN Bondowoso, Bapak Santoso, dalam arahannya memberikan pengingat penting mengenai waktu yang kian terbatas. Ia menekankan bahwa fase ini adalah “garis finis” yang menentukan masa depan mereka di jenjang pendidikan tinggi.

“Waktu efektif belajar di sekolah tinggal sedikit lagi. Pergunakanlah setiap detiknya dengan sebaik-baiknya,” ujar Santoso di hadapan para siswa.

Ia juga menyentuh sisi emosional para siswa dengan menegaskan dukungan tak terputus dari para pendidik. “Ustadz dan ustadzah selalu mendoakan kalian siang dan malam. Kami berharap kalian mendapatkan jalan terbaik dan lulus dengan hasil yang memuaskan. Apalagi, hanya dalam hitungan menit ke depan, pengumuman kelulusan SNBP akan dirilis,” tambahnya dengan nada penuh harap.

Senada dengan Kepala Madrasah, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Ustadzah Rike Aristyowati, turut membakar semangat para siswa. Baginya, di balik usaha yang keras, ada kekuatan doa yang mampu mengubah segalanya.

“Mari kita berdoa bersama-sama. Semoga ada keajaiban yang menyertai kalian menjelang pengumuman SNBP hari ini,” tutur Ustadzah Rike, memotivasi siswa agar tetap optimis namun tetap berserah diri kepada ketetapan Tuhan.

Tak ketinggalan, Ustadz Nanang selaku pendamping siswa berprestasi, juga memberikan arahan strategis dan mental guna memastikan para siswa tidak hanya siap secara materi, tetapi juga tangguh secara mental dalam menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi.

Kegiatan istighosah ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Bagi MAN Bondowoso, ini adalah manifestasi dari hasil mendidik para guru selama tiga tahun terakhir—menanamkan bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan selaras dengan kekuatan religius.

Ujian Madrasah dipandang sebagai momen penting dalam perjalanan pendidikan. Dengan memperkuat hubungan dengan Allah SWT, diharapkan siswa memiliki keteguhan hati dan mental yang stabil. Selain itu, kebersamaan dalam doa ini mempererat ikatan harmonis antara guru dan murid, menciptakan lingkungan belajar yang saling mendukung.

Langkah telah diayunkan, usaha telah dikerahkan, dan kini doa telah dilangitkan. Harapannya sederhana namun mendalam: semoga ikhtiar ini membawa keberkahan, sehingga seluruh siswa kelas XII MAN Bondowoso dapat meraih hasil yang membanggakan dan melangkah mantap menuju masa depan yang cerah.(as)

Bagikan :

Artikel Lainnya

Pererat Ukhuwah, MAN Bondowoso Gelar Anjangsana...
BONDOWOSO – Di tengah masa libur...
Tampil Percaya Diri, DWP MAN Bondowoso Gandeng ...
BONDOWOSO – Penampilan yang rapi dan...
Melampaui Kebaya: MAN Bondowoso Maknai Spirit K...
BONDOWOSO – Peringatan Hari Kartini di...
Menjaga Tradisi Langit: Siswa Program Unggulan ...
BONDOWOSO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN)...
Semangat Kartini di MAN Bondowoso: Kala Siswi O...
BONDOWOSO – Nuansa berbeda menyelimuti halaman...
Momentum Haru dan Syukur: MAN Bondowoso Gelar H...
BONDOWOSO – Suasana khidmat menyelimuti Aula...