BONDOWOSO – Udara segar Senin pagi 26 Januari 2026 menyelimuti halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso. Ribuan siswa-siswi tampak berbaris rapi mengikuti upacara rutin Senin yang berlangsung khidmat. Namun, upacara kali ini terasa berbeda dengan balutan pesan motivasi yang membakar semangat para “Gen-Z” penghuni madrasah.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ustazah Naely Syarifatul memberikan apresiasi tinggi kepada petugas upacara dari Kelas X-F. Menurutnya, tugas yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab adalah kemenangan tersendiri.
Dalam amanatnya, Ustazah Naely menekankan bahwa tanggung jawab bukan berarti tanpa cela. “Tanggung jawab tidak harus selalu menghasilkan kesempurnaan, tapi ia menunjukkan keberanian. Berani tampil berarti berani untuk berbuat salah,” tegasnya di hadapan seluruh peserta upacara.
Beliau mengingatkan bahwa di era penuh distraksi ini, generasi muda seringkali terjebak dalam rasa malas dan keinginan untuk menyerah. Namun, justru dari kesalahanlah lahir kehebatan yang tak terduga.
Menyoroti tantangan zaman, Ustazah Naely mengajak para siswa untuk tidak sekadar bermimpi. Ia menekankan pentingnya mengeksekusi mimpi tersebut menjadi kenyataan melalui langkah-langkah kecil namun konsisten.
“Jangan pernah memimpikan hidupmu, tapi hidupkan mimpimu. Cari potensi dirimu detik ini juga. Mimpi yang ditulis akan menjadi rencana, rencana yang diucapkan akan menjadi tekad, dan tekad itulah yang akan membawa kalian pada kenyataan,” tambahnya dengan penuh semangat.
Beliau menutup amanatnya dengan pengingat spiritual bahwa hasil adalah wilayah Allah, namun ikhtiar adalah kewajiban manusia. “Hasil dan kesuksesan bukan milik mereka yang diam, tapi milik mereka yang bergerak!”
Suasana upacara semakin semarak saat memasuki sesi penyerahan penghargaan. MAN Bondowoso kembali membuktikan diri sebagai gudang talenta berprestasi di berbagai bidang.
Prestasi membanggakan datang dari Fabian Wahyu Perdana (X-D) yang dinobatkan sebagai Duta Pesona Indonesia. Melalui proses seleksi yang panjang dan dedikasi tinggi, Fabian kini mengemban misi besar untuk memajukan pariwisata Indonesia.
Tak berhenti di situ, panggung kehormatan juga diberikan kepada tiga pendekar sains MAN Bondowoso yang berhasil berjaya di ajang kompetisi sains dan riset tingkat nasional. Mereka adalah: Muhammad Alfian Zaini (X-E), Prawira Cahyo Laksono (X-E), Iqbal Indra Yudhistira (X-D).
Penyerahan penghargaan ini menjadi bukti nyata dari pesan pembina upacara sebelumnya: bahwa perjuangan dan keberanian untuk mencoba akan selalu membuahkan hasil yang manis.
Upacara ditutup dengan rasa bangga yang membuncah, mengawali pekan dengan energi positif bagi seluruh civitas akademika MAN Bondowoso.(as)




