manbondowoso.sch.id – Menjelang puncak momentum pelepasan siswa-siswi dalam agenda Takhtimussanah Ad-Dirosiyah Tahun Ajaran 2025-2026, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso menggelar kegiatan religius Khotmil Al-Qur’an. Acara yang sarat akan kekhusyukan ini dipusatkan di Mushola Ar-Raudhah lingkungan MAN Bondowoso pada Jumat (12/6/2026).
Rangkaian kegiatan suci ini telah dimulai sejak fajar menyingsing. Diawali dengan shalat Subuh berjamaah yang diikuti oleh segenap civitas akademika, suasana religius sudah terasa kental sejak awal hari.
Guru pendamping MAN Bondowoso, Ustadz Moch. Yusuf Adi Cahyono, menekankan pentingnya mengawali hari dengan ibadah berjamaah. Menurutnya, shalat Subuh berjamaah bukan sekadar rutinitas, melainkan madu spiritual yang memiliki fadhilah luar biasa.
“Selain diganjar pahala setara shalat malam sepanjang malam dan dijamin perlindungan Allah SWT sepanjang hari, ibadah ini menjadi bukti keimanan nyata serta kunci mendapatkan keberkahan dan kelancaran rezeki di awal hari,” tutur Ustadz Yusuf penuh takzim.
Memasuki acara inti Khotmil Al-Qur’an, Ustadz Santoso secara simbolis membuka dan memimpin permulaan pembacaan surah-surah awal Al-Qur’an. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi dari agenda khotmil ini.
“Dengan adanya kegiatan Khotmil Al-Qur’an ini, kita semua berharap dapat membawa kebaikan, ketenteraman, dan keberkahan yang melimpah bagi keluarga besar MAN Bondowoso,” ujar Ustadz Santoso.
Ia juga secara khusus berpesan agar seluruh peserta khotmil dapat menyimak dengan saksama. “Saya berharap anak-anak dan seluruh peserta benar-benar khusyuk mendengar dan mengikuti setiap ayat yang dilantunkan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa agenda tahunan ini tidak boleh terjebak dalam batas formalitas membaca semata. Khotmil Al-Qur’an adalah momentum sakral untuk merekatkan kembali kedekatan batin manusia dengan kitab suci sebagai kompas kehidupan.
Gema wahyu ilahi terus mengalir tanpa putus sepanjang hari. Para peserta khotmil secara bergantian memimpin bacaan dengan sistem estafet bergiliran antarkelas, yang dimulai dari kelas XII dan terus bergulir hingga sore hari.
Acara ini pada akhirnya melampaui sekadar ajang evaluasi kemampuan membaca Al-Qur’an bagi siswa. Lebih dari itu, Khotmil Al-Qur’an ini menjelma menjadi wadah kontemplasi untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai universal Al-Qur’an serta menumbuhkan spirit untuk mengamalkannya dalam realitas kehidupan sehari-hari.
Setelah merampungkan 30 juz Al-Qur’an di penghujung asar, rangkaian spiritual ini tidak berhenti begitu saja. Sebagai penutup yang menyempurnakan keberkahan hari, madrasah mengagendakan pembacaan Dzikrul Ghofilin yang dilaksanakan khidmat usai shalat Maghrib berjamaah.
Melalui lantunan zikir dan doa bersama ini, terselip harapan besar bagi masa depan para anak didik. Siswa-siswi kelas XII yang esok hari akan resmi dilepas dalam prosesi puncak Takhtimussanah Ad-Dirosiyah diharapkan mendapat jalan kelancaran, kemudahan, dan kesuksesan dalam meniti jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Untaian doa terbaik melangit dari Mushola Ar-Raudhah, memohon agar ilmu, adab, dan bekal spiritual yang telah mereka serap selama menimba ilmu di MAN Bondowoso menjadi ilmu yang barokah dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan sesama. (as)





