Rihlah Ilmiah Kelas Unggulan MAN Bondowoso Kenali Proses Industri Ayam Frozen di Charoen Pokphand

Bondowoso (Humas) – Kamis (2/10/2026), siswa kelas unggulan MAN Bondowoso mengikuti kegiatan rihlah ilmiah ke PT Charoen Pokphand Indonesia yang berlokasi di Jalan Raya Situbondo, Demang, Besuk, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas sekaligus upaya memperluas wawasan siswa mengenai dunia kerja dan proses industri secara langsung.

Kegiatan turut diikuti Kepala MAN Bondowoso, H. Santoso, S.Ag., M.Pd. Sebelum memasuki area produksi, rombongan mendapatkan pengarahan sekaligus sambutan yang menjadi pembuka kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, Santoso menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Charoen Pokphand Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada siswa MAN Bondowoso untuk belajar secara langsung di lingkungan industri.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT Charoen Pokphand Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak kami untuk belajar langsung di sini. Kegiatan seperti ini sangat penting karena siswa dapat melihat secara nyata bagaimana dunia industri bekerja, tidak hanya mendapatkan teori di dalam kelas,” ungkap Santoso.

Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan rihlah ilmiah tersebut serta berharap kunjungan dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara MAN Bondowoso dengan PT Charoen Pokphand Indonesia.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini dan berharap silaturahmi serta kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut. Mudah-mudahan ke depan ada program-program madrasah lainnya yang dapat kita sinergikan bersama PT Charoen Pokphand Indonesia,” lanjutnya.

Setelah sambutan dan pengarahan, siswa mendapatkan penjelasan dari tim keamanan perusahaan mengenai ketentuan selama berada di area produksi. Siswa diberikan pemahaman mengenai sejumlah hal yang diperbolehkan dan dilarang selama kunjungan, termasuk titik-titik tertentu yang tidak diperkenankan untuk melakukan perekaman.

Selanjutnya, siswa diajak melihat secara langsung tahapan awal proses produksi ayam. Mereka mengamati proses mulai dari ayam yang digantung, penyembelihan, hingga proses perebusan dan pencabutan bulu. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata kepada siswa mengenai bagaimana proses industri dilakukan secara terstruktur melalui tahapan kerja yang telah ditentukan.

Rihlah kemudian dilanjutkan menuju area auto evis, yaitu bagian proses pemisahan organ dalam ayam. Siswa juga melihat area scruceller, yaitu proses pencucian ayam dengan kapasitas sekitar 3 ton. Dari tahapan tersebut, siswa dapat melihat bagaimana proses produksi dilakukan secara sistematis sebelum ayam masuk ke tahapan pengolahan berikutnya.

Pada area cut up atau area bersih, siswa diperlihatkan berbagai proses pengolahan produk, mulai dari pengemasan ayam utuh, pemisahan tulang dan daging, hingga proses marinasi untuk berbagai produk, di antaranya Hisana dan CFC.

Setelah melalui proses pengolahan, produk kemudian melewati mesin detektor sebelum masuk ke tahap IQF (Individual Quick Freezing), yaitu proses pembekuan produk. Setelah produk berada dalam kondisi beku, produk disimpan di warehouse atau gudang penyimpanan sebelum didistribusikan kepada pelanggan.

Melalui kunjungan tersebut, siswa juga mendapatkan pemahaman bahwa PT Charoen Pokphand Indonesia di Bondowoso memiliki fokus pada pengolahan ayam frozen. Informasi ini memberikan gambaran kepada siswa mengenai salah satu bidang industri pangan yang berada di lingkungan sekitar mereka.

Salah satu siswa kelas unggulan MAN Bondowoso, Naely Akmil Salsabila, aktif menggali informasi selama kegiatan berlangsung. Ia mengajukan pertanyaan mengenai pengelolaan limbah yang dihasilkan selama proses produksi, mulai dari bulu, lemak, darah, hingga limbah cair.

Dari penjelasan pihak perusahaan, siswa mengetahui bahwa proses produksi menghasilkan sejumlah limbah, seperti bulu, lemak, darah, dan limbah cair. Limbah cair dialirkan melalui saluran yang tetap melalui pengujian dan pelaporan kepada dinas lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, bulu ayam dipisahkan untuk kemudian diolah kembali menjadi tepung bulu yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ayam.

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu bagian menarik dalam rihlah ilmiah karena siswa tidak hanya memperhatikan proses produksi, tetapi juga mulai melihat bagaimana sebuah industri mengelola hasil samping dari aktivitas produksinya dan memanfaatkan kembali bagian yang masih dapat diolah.

Kegiatan rihlah ilmiah ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa MAN Bondowoso. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai proses produksi ayam frozen, tetapi juga dapat melihat secara langsung penerapan pembagian kerja, penggunaan teknologi, standar keamanan, pengemasan, hingga penyimpanan produk dalam lingkungan industri.

Melalui kegiatan pembelajaran di luar kelas ini, MAN Bondowoso terus memberikan ruang kepada siswa untuk mengenal dunia kerja secara lebih dekat. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta membantu siswa memahami keterkaitan antara ilmu yang dipelajari di madrasah dengan penerapannya di dunia industri.

(Humas MAN Bondowoso)

Bagikan :

Artikel Lainnya

Rihlah Ilmiah Kelas Unggulan MAN Bondowoso Kena...
Bondowoso (Humas) – Kamis (2/10/2026), siswa...
Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Warga ...
BONDOWOSO (Humas) — Seluruh warga Madrasah...
Musholla Ar-Raudhah MAN Bondowoso Jadi Tuan Rum...
BONDOWOSO (Humas) — Sebanyak 225 pendidik...
MAN Bondowoso Gelar Screening dan Cek Kesehatan...
Bondowoso (Humas) – Senin–Selasa (21–22/9/2026), MAN...
MAN Bondowoso Bersama Polres Edukasi Siswa tent...
Bondowoso (Humas) – Senin (21/9/2026), suasana...
Belajar Kimia Jadi Seru, Siswa XII Unggulan Aka...
Bondowoso (Humas) – Jumat (18/9/2026), pembelajaran...