Bondowoso – Ada kebiasaan sederhana yang terus dilakukan Remus Ar-Raudhah MAN Bondowoso setiap hari: memastikan musholla madrasah tetap bersih, wangi, dan nyaman digunakan.
Kebiasaan tersebut terangkum dalam GEBER Musholla (Gerakan Bersih-bersih Musholla). Bagi anggota Remus Ar-Raudhah, GEBER bukan sekadar kegiatan bersih-bersih yang dilakukan sesekali, melainkan bagian dari rutinitas karena musholla menjadi pusat aktivitas ibadah siswa MAN Bondowoso.

Setiap hari, anggota Remus memastikan musholla siap digunakan. Lantai dibersihkan, perlengkapan ibadah dirapikan, area sekitar diperhatikan, hingga kondisi tempat wudu turut dijaga. Semua dilakukan agar siswa yang datang untuk salat dan mengikuti kegiatan keagamaan dapat beribadah dengan nyaman.
Kepala MAN Bondowoso, Santoso, S.Ag., M.Pd., menilai kebiasaan tersebut menjadi bagian penting dari pembentukan karakter siswa.
“Musholla ini digunakan anak-anak setiap hari. Maka harus dijaga kebersihannya. Anak-anak harus dibiasakan untuk peduli terhadap tempat yang mereka gunakan untuk beribadah. Dari hal-hal sederhana seperti inilah karakter dan tanggung jawab itu dibangun,” ungkapnya.
Bagi Remus Ar-Raudhah, tugas menjaga musholla memiliki tanggung jawab tersendiri. Ketua Remus menjelaskan bahwa mereka tidak hanya memastikan musholla terlihat bersih, tetapi juga berupaya menjaga agar suasananya tetap nyaman bagi siapa pun yang datang untuk beribadah.

“Tugas kami memastikan musholla dalam keadaan bersih, wangi, dan suci, sehingga anak-anak nyaman ketika beribadah. Karena musholla digunakan setiap hari, kami juga harus memastikan kondisinya setiap hari,” jelasnya.
Kebiasaan tersebut sekaligus mengajarkan bahwa menjaga kebersihan tempat ibadah bukan hanya menjadi tugas petugas kebersihan atau anggota Remus. Setiap siswa memiliki peran yang sama, mulai dari menjaga kebersihan setelah menggunakan musholla hingga merapikan kembali perlengkapan yang digunakan.
GEBER Musholla menjadi salah satu cara Remus Ar-Raudhah menanamkan kepedulian melalui tindakan nyata. Tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Menjaga tempat untuk bersujud tetap bersih dan nyaman pun menjadi bentuk kepedulian yang berarti.

Di musholla inilah aktivitas ibadah siswa berlangsung setiap hari. Dan melalui kebiasaan kecil yang terus dilakukan, Remus Ar-Raudhah berusaha memastikan setiap langkah menuju ruang ibadah selalu berakhir pada tempat yang bersih, wangi, suci, dan nyaman untuk beribadah.
(Humas MAN Bondowoso)
