BONDOWOSO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso terus berkomitmen menjaring bibit-bibit unggul untuk Tahun Ajaran 2026-2027. Setelah sukses menyelenggarakan tes akademik berbasis Computer Based Test (CBT) pada jalur Prestasi Akademik dan Tahfidz, kini madrasah tersebut memasuki tahap krusial: Tes Wawancara dan Uji Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ). (31/01)
Bertempat di Aula Barat MAN Bondowoso, suasana seleksi tampak tertib namun penuh antusiasme. Sebanyak 100 calon peserta didik yang lolos seleksi administratif bergiliran menghadapi meja penguji. Tidak tanggung-tanggung, pihak madrasah menerjunkan delapan tenaga pendidik berpengalaman untuk memastikan objektivitas penilaian di berbagai bidang.
Materi wawancara tahun ini dirancang komprehensif. Selain kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an sebagai fondasi utama di madrasah, para calon siswa juga diuji dalam penguasaan Fiqih dan Akidah Akhlak. Tak hanya sisi kognitif, aspek non-akademis seperti bakat, minat, hingga motivasi diri juga menjadi poin penting dalam penilaian.
Ketua Koordinator Seleksi Murid Baru, Rike Aristyowati, menjelaskan bahwa tahapan ini merupakan instrumen penting untuk memetakan potensi calon siswa secara utuh.
“Alhamdulillah, tahun ini antusiasme sangat luar biasa. Pendaftar jalur prestasi mencapai 100 calon murid baru, yang mencakup jalur tahfidz, akademik, hingga non-akademik,” ujar Rike di sela-sela kegiatan. Ia menambahkan bahwa hasil akhir nanti merupakan akumulasi nilai tertinggi dari tes CBT dan wawancara. “Semua akan kami umumkan secara resmi pada 4 Februari 2026 mendatang,” imbuhnya.
Kepala MAN Bondowoso, Santoso menekankan bahwa seleksi ketat ini bukan sekadar rutinitas administratif. Pentingnya dilakukan seleksi calon murid baru adalah untuk memastikan standar mutu input siswa agar selaras dengan visi besar madrasah dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual namun tetap kokoh dalam pondasi spiritual.
Melalui proses yang selektif ini, pihak madrasah berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas di kelas, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak yang baik. Harapannya, calon-calon pemimpin masa depan yang lahir dari MAN Bondowoso ini mampu menjadi teladan di masyarakat serta mampu membawa nama baik madrasah di level kabupaten maupun nasional.
Dengan berakhirnya sesi wawancara ini, kini para calon siswa tinggal menunggu pengumuman hasil akhir. MAN Bondowoso sekali lagi membuktikan perannya sebagai institusi pendidikan yang progresif namun tetap teguh menjaga nilai-nilai islami di Kabupaten Bondowoso.(as)



