Bondowoso (Humas MAN Bondowoso) – Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti lapangan utama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso pada Rabu (28/10/2026) pagi. Seluruh sivitas akademika yang terdiri dari jajaran pimpinan, dewan guru, tenaga kependidikan, serta ribuan siswa-siswi mengikuti Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026.
Upacara yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini berlangsung dengan tertib. Seluruh peserta tampak rapi mengenakan atribut lengkap, menambah kekhidmatan jalannya prosesi. Derap langkah tegap Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Putra MAN Bondowoso sukses mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan diiringi kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh tim paduan suara madrasah.
Momen puncak terasa semakin menggetarkan saat pembacaan teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928 dikumandangkan dengan lantang oleh petugas upacara. Suasana patriotik kian menguat ketika paduan suara melantunkan lagu wajib Satu Nusa Satu Bangsa yang meresap ke dalam sanubari seluruh peserta upacara.
Bertindak selaku Pembina Upacara, Kepala MAN Bondowoso, Santoso, menyampaikan amanat yang sarat akan nilai motivasi dan spiritual. Ia mengajak seluruh peserta upacara, khususnya para siswa, untuk menjadikan momentum Sumpah Pemuda sebagai sarana bermuhasabah atau evaluasi diri demi menatap masa depan.
“Dirimu adalah masa depanmu. Siapa yang menentukan masa depan kalian adalah diri kalian sendiri,” tegas Santoso di hadapan ribuan siswa.Dalam arahannya, Santoso mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Hasyr ayat 18:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Menurut Santoso, ayat tersebut menyimpan inspirasi mendalam bahwa nasib dan masa depan seseorang sangat bergantung pada ikhtiar yang dilakukannya hari ini. “Bukan hanya masa depan di dunia, tetapi juga masa depan di akhirat kelak, yang menentukan adalah diri kalian sendiri,” imbuhnya.
Secara khusus, Kepala Madrasah memberikan pesan penting kepada siswa-siswi kelas XII yang akan segera menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Ia meminta para siswa mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mengikuti ujian tersebut dengan sungguh-sungguh.
“Ikuti TKA dengan sebaik-baiknya, karena ini adalah langkah awal untuk meraih masa depan kalian setelah berikhtiar menempuh pendidikan selama tiga tahun di MAN Bondowoso ini,” pesannya.
Lebih lanjut, kepada seluruh siswa dari semua jenjang, Santoso mengingatkan kembali hakikat tugas utama mereka sebagai seorang pelajar. Ia berpesan agar para siswa senantiasa rajin belajar dan memanfaatkan waktu secara maksimal sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah yang diberikan oleh orang tua.
“Laksanakan tugas kalian sebagai pelajar. Belajarlah dengan rajin karena itu adalah amanah dari orang tua kalian. Maksimalkan waktu untuk belajar dan jangan pernah mengecewakan orang tua,” tutur Santoso penuh harap.
Menutup amanatnya, Santoso menegaskan bahwa semangat persatuan dan perjuangan para pemuda tahun 1928 harus terus menyala di dada seluruh siswa-siswi MAN Bondowoso. Di era modern saat ini, perjuangan pemuda madrasah diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, torehan prestasi, serta keteguhan dalam menjaga akhlakul karimah.
Seluruh rangkaian upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di MAN Bondowoso berjalan dengan lancar dan ditutup dengan pembacaan doa bersama untuk kemajuan bangsa serta keberkahan keluarga besar madrasah.(as)



