Bondowoso – MAN Bondowoso menggelar SIMADU (Sinergi Madrasah dan Wali Murid) sebagai forum komunikasi dan kolaborasi antara madrasah dengan orang tua peserta didik. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemitraan dalam mendukung proses pendidikan sekaligus menyampaikan berbagai program unggulan yang akan dijalankan selama Tahun Pelajaran 2026/2027.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala MAN Bondowoso, Santoso, S.Ag., M.Pd., Ketua Komite MAN Bondowoso, Adi Sunaryadi, jajaran manajemen madrasah, serta seluruh wali murid. Melalui forum ini, madrasah mengajak orang tua untuk menjadi mitra strategis dalam membentuk karakter, meningkatkan prestasi, dan mengawal perkembangan belajar peserta didik.
Dalam pemaparannya, Santoso menjelaskan sistem pembelajaran yang diterapkan di MAN Bondowoso. Ia menyampaikan bahwa seluruh peserta didik dibiasakan hadir di madrasah pukul 06.45 WIB. Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, siswa melaksanakan tadarus Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan tausiyah. Sementara pada hari Jumat, kegiatan diawali dengan salat Dhuha bersama dan pembacaan shalawat sebagai bagian dari pembiasaan karakter religius.
Menurut Santoso, MAN Bondowoso berkomitmen mencetak lulusan yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Oleh karena itu, bagi peserta didik yang belum memenuhi standar kemampuan membaca Al-Qur’an, madrasah menyediakan program matrikulasi menggunakan metode Yanbu’a hingga dinyatakan tuntas.
Selain menjelaskan jadwal kegiatan belajar mengajar, Santoso juga memaparkan berbagai program unggulan yang dimiliki madrasah, di antaranya Program Tahfidz dan Kelas Unggulan Akademik. Ia menegaskan bahwa kelas unggulan bukan untuk membedakan peserta didik, melainkan sebagai layanan pembelajaran yang disesuaikan dengan minat, bakat, dan rencana studi siswa di perguruan tinggi.
Pada kesempatan tersebut, wali murid juga mendapatkan informasi mengenai berbagai program beasiswa yang tersedia di MAN Bondowoso, mulai dari beasiswa tahfidz, beasiswa prestasi akademik dan nonakademik, hingga beasiswa bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Untuk beasiswa tahfidz, peserta didik yang mampu mencapai target hafalan sesuai ketentuan dan dinyatakan lulus seleksi akan memperoleh beasiswa selama satu tahun. Sementara itu, beasiswa prestasi diberikan kepada siswa yang berhasil meraih prestasi akademik maupun nonakademik melalui kompetisi yang diselenggarakan oleh lembaga resmi.
Santoso juga memperkenalkan Praktik Kerja Lapangan Keagamaan (PKLA) sebagai salah satu program pembinaan karakter peserta didik. Melalui kegiatan yang dilaksanakan selama satu minggu di tengah masyarakat tersebut, siswa dilatih menjadi pemimpin kegiatan keagamaan, mengelola kepanitiaan, serta mengembangkan kemampuan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Komite MAN Bondowoso, Adi Sunaryadi, mengajak seluruh wali murid untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan madrasah. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga oleh pendampingan dan perhatian orang tua di rumah.
“Kami berharap seluruh wali murid dapat terus mendukung setiap program yang dilaksanakan madrasah. Sinergi antara keluarga dan madrasah menjadi kunci dalam membentuk generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Adi Sunaryadi.
Menutup arahannya, Santoso mengajak seluruh wali murid untuk senantiasa memberikan doa, perhatian, dan pendampingan kepada putra-putrinya, termasuk saat mengikuti berbagai kegiatan di luar madrasah.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika madrasah dan orang tua berjalan beriringan, insyaallah setiap program yang kita laksanakan akan memberikan hasil terbaik bagi perkembangan putra-putri kita. Kami mohon doa, dukungan, serta kepercayaan dari seluruh wali murid agar MAN Bondowoso terus menjadi madrasah yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, dan berprestasi,” tutur Santoso.
Melalui SIMADU, MAN Bondowoso berharap terbangun komunikasi yang semakin erat antara madrasah dan wali murid sehingga setiap program pendidikan dapat terlaksana secara optimal. Sinergi yang kuat diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan madrasah yang unggul, religius, berkarakter, dan berdaya saing.
(Humas MAN Bondowoso)


