BONDOWOSO – Gema selawat dan yel-yel kreatif seketika memecah keheningan pagi di sepanjang rute jalan kota Bondowoso, Senin (15/6). Ratusan siswa MAN Bondowoso tampak bersemangat menyusuri jalanan, bukan sekadar untuk berolahraga, melainkan untuk merayakan pergantian tahun Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah, dengan cara yang sehat dan sarat makna spiritual.
Kegiatan Jalan-Jalan Santai (JJS) yang diinisiasi oleh Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MAN Bondowoso ini sukses mengubah momentum tahun baru menjadi panggung kreativitas dan refleksi diri bagi seluruh warga madrasah.
Langkah kaki para siswa dimulai dari halaman utama madrasah. Sebelum bendera start dikibarkan, Kepala MAN Bondowoso, Santoso, memberikan pesan mendalam yang membakar semangat para peserta. Beliau mengingatkan bahwa esensi Muharram jauh lebih dalam dari sekadar pergantian kalender.
“1 Muharram bukan hanya penanggalan baru, tapi titik awal perenungan diri. Ini momen tepat untuk hijrah, berpindah dari kebiasaan lama menuju pribadi yang lebih bertakwa, produktif, dan penuh integritas,” tegas Santoso dalam sambutannya.
Suasana semakin meriah saat Kepala Urusan Tata Usaha, Samsul Arifin, secara resmi melepas keberangkatan kontingen JJS. Dengan penuh antusias, para siswa kelas X dan XI yang didampingi oleh wali kelas masing-masing langsung berbaris rapi memulai perjalanan.
Sepanjang rute perjalanan, suasana sama sekali tidak membosankan. Riuh rendah kompetisi yel-yel antar-kelas saling bersahutan, menunjukkan kekompakan dan kreativitas tanpa batas dari masing-masing kelas.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, ada pesan spiritual yang kuat yang ingin disampaikan. Rute JJS sengaja dirancang melewati Masjid Agung At-Taqwa Bondowoso. Di masjid kebanggaan masyarakat Bondowoso ini, seluruh peserta mengistirahatkan langkah sejenak untuk melaksanakan ibadah salat duha berjamaah. Atmosfer khusyuk begitu terasa, kontras dengan keceriaan yang beberapa saat sebelumnya mewarnai jalanan kota.
Pembina OSIM Putra, Zainullah, mengungkapkan bahwa konsep JJS ini merupakan sebuah transformasi positif. Jika pada tahun-tahun sebelumnya peringatan 1 Muharram identik dengan pawai sepeda motor, tahun ini madrasah bersama OSIM sepakat mengemasnya dalam bentuk jalan sehat sebagai simbol napak tilas perjuangan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.
“Kami ingin mengingat kembali hijrahnya perjuangan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam dari Mekkah ke Madinah. Alhamdulillah, anak-anak OSIM luar biasa mempersiapkan kegiatan ini, mulai dari konsep acara hingga menyiapkan panggung pentas,” ujar Zainullah bangga usai acara.
Ia juga berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang rutin dilaksanakan. “Kegiatan ini bermanfaat untuk kesehatan fisik sekaligus memberikan nutrisi bagi rujukan spiritual siswa melalui salat duha berjamaah. Semoga siswa-siswi MAN Bondowoso bisa mengambil hikmahnya dan awal tahun ini jauh lebih baik dari tahun-tahun kemarin,” tambahnya.
Setelah menempuh rute yang cukup panjang, lelah para peserta langsung terbayar begitu memasuki garis finish di halaman madrasah. Acara mencapai puncaknya saat nomor-nomor undian mulai dibacakan di atas panggung.
Riuh tepuk tangan dan tawa pecah setiap kali nomor peserta doorprize disebutkan. Berbagai hadiah menarik yang disediakan panitia menjadi bonus manis atas peluh yang tertumpah sepanjang pagi.
Melalui perpaduan antara olahraga fisik, kreativitas seni, dan penguatan spiritual ini, MAN Bondowoso tidak hanya sukses menyambut 1 Muharram 1448 H dengan meriah, tetapi juga berhasil menanamkan nilai-nilai karakter dasar—seperti kebersamaan, kedisiplinan, dan ketakwaan—yang akan menjadi bekal utama para siswa dalam mengarungi tahun yang baru. Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, mari melangkah maju menuju pribadi yang lebih baik! (as, photo:Abda)





