Bondowoso – Ada jasa yang tidak pernah selesai untuk dikenang. Ada ilmu yang terus hidup meski sosok yang menyampaikannya telah tiada. Semangat itulah yang terasa dalam Haul Muassis Almarhumin Guru dan Karyawan MAN Bondowoso yang digelar oleh Forum Laskar Burdah (Forlasda) bersama Ikraman Bondowoso (Ikatan Keluarga Besar MAN Bondowoso).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi alumni untuk kembali mengenang para guru dan karyawan yang telah memberikan pengabdian, ilmu, keteladanan, serta kebaikan bagi perjalanan MAN Bondowoso.
Hadir sebagai pengisi kegiatan, Abuya KH. Muhammad Hasan Abdul Muiz, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Maliki Koncer. Majelis berlangsung dalam suasana penuh khidmat, dengan rangkaian doa dan lantunan selawat yang menghidupkan suasana malam.
Substansi utama dari haul adalah mengenang jasa dan kebaikan para guru, sekaligus mendoakan mereka yang telah mendahului. Bagi alumni, para guru bukan sekadar bagian dari masa lalu. Ilmu, nasihat, dan keteladanan yang pernah diberikan masih terus berjalan melalui kehidupan para murid yang pernah mereka didik.
Di tengah majelis, lantunan selawat menjadi pengingat bahwa mengenang para guru juga tidak dapat dilepaskan dari kecintaan kepada Rasulullah SAW. Sebab, ilmu dan pendidikan yang diwariskan para guru pada akhirnya mengajarkan manusia untuk mengenal kebaikan, memperbaiki akhlak, dan meneladani Rasulullah SAW.
“Inti kegiatan malam ini adalah menghidupkan selawat dan menumbuhkan kecintaan kepada Nabi,” menjadi ruh yang terasa dalam pelaksanaan haul tersebut.
Bagi Forlasda dan Ikraman, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk bakti alumni kepada para guru dan karyawan yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mereka. Silaturahmi yang terjalin menjadi bukti bahwa hubungan antara guru dan murid tidak berhenti ketika masa pendidikan selesai.
Haul juga menjadi ruang untuk mempertemukan kembali keluarga besar MAN Bondowoso dalam suasana doa dan kebersamaan. Mereka datang bukan hanya untuk mengenang, tetapi juga untuk meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan oleh para pendahulu.
Pada akhirnya, haul bukan hanya tentang mengingat mereka yang telah pergi, tetapi juga tentang bagaimana kebaikan mereka terus hidup dalam diri orang-orang yang ditinggalkan. Dan melalui selawat, doa, serta kecintaan kepada Rasulullah SAW, kenangan tersebut terus dirawat oleh keluarga besar MAN Bondowoso.
(Humas MAN Bondowoso)


